25 February 2006

Rp.20.000/jam

Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan penat dan lelah, dan disambut oleh anak laki-lakinya yang berumur 6 tahun di depan pintu.

"Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?"
"Tentu, ada apa?"
"Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?"
"Bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan hal itu?" kata sang ayah dengan nada agak marah.
"Saya hanya ingin tahu. Tolong beritahu saya Ayah, berapa rupiah Ayah peroleh dalam satu jam?" si kecil sangat memohon.
"Baik kalau kau ingin tahu, Ayah mendpatkan Rp.20.000,- tiap jamnya".
"Oh", sahut si kecil dengan menunduk. Tak lama ia mendongakkan kepala dan berkata pada ayahnya, "Yah, boleh ku pinjam uang Rp.10.000,- ?"
"Kalau kau tanya-tanya hal itu hanya utuk dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, masuk ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu".

Si kecil pergi ke kamarnya dengan hati sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa jengkel dengan anak laki-lakinya itu. Betapa kurang ajar ia menanyakanhal itu hanya untuk mendapatkan uang sepuluh ribu rupiah.
Sekitar satu jam kemudian, laki-laki itu mulai tenang, ia berfikir barangkali ia berkata terlalu keras pada anaknya. Mungkin anaknya ada keperluan penting hingga memerlukan uang sepuluh ribu darinya, toh dia belum pernah meminta uang sebelumnya.
Lalu ia beranjak ke kamar anaknya.

"Kau tertidur nak?" ia bertanya.
"Tidak Yah, aku masih terjaga", jawab si anak.
"Setelah ayah fikir-fikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu", ujar si ayah dengan lembut. "Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, sehingga ayah melampiaskannya padamu nak. Ini uang 10 ribu yang kamu perlukan".

Anak laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, "Oh ayah, terima kasih". Dari bawah bantalnya, anak laki-laki itu mengambil beberapa lembar uang yang telah lecek dan kumel. Si anak menghitung junlah uangnya.
Dan sang ayah mulai emosi melihat anaknya ternyata telah punya uang.

"Kalau kau sudah punya uang sendiri, kenapa masih minta lagi?" ujar si ayah agak keras.
"Karena uangku belum cukup yah, tapi sekarang sudah", ujar si anak.
"Ayah sekarang aku punya Rp.20 ribu. Bolehkan aku membeli waktumu hanya satu jam saja?
Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersama ayah".

No comments: