Cerita ini diambil dari buku berjudul "Hack Attack - Konsep, Penerapan dan Pencegahan" karangan Harianto Ruslim - Certified Ethical Hacker. Bisa dibeli di Gramedia atau secara online di www.jasakom.com/penerbitan
Semoga berguna.
==============================================
Seorang, katakanlah bernama Ucup sangat 'enjoy' berbelanja dengan menggunakan kartu kredit keluaran dari satu bank ternama. Karena belanja di manapun, hanya tinggal menggesekkan kartu tersebut tanpa perlu bawa uang tunai yang banyak. Apalagi bayarnya belakangan alias ngutang dulu.
Pada suatu hari, Ucup ditelpon oleh seseorang yang mengaku dari "card center" kartu kredit tersebut dan sedang melakukan survei. Kurang lebih dialognya adalah:
Petugas : "Selamat siang Pak Ucup, saya dari bank XXX dan kami sedang melakukan data ulang nasabah kartu kredit kami. Ada waktu sedikit buat kami"
Ucup : "Oh, silahkan. Ada yang bisa saya bantu"
(Typical orang Indonesia yang ringan tangan untuk membantu)
Petugas : "Nama ibu kandung Pak Ucup?"
Ucup : "Oneng"
Petugas : "Alamat tagihannya di mana, Pak Ucup?"
Ucup : "Jl. Kalang Kabut No. 69, Jakarta"
Petugas : "Tanggal lahir Bapak ?"
Ucup : "6 Februari 1979"
Petugas : "Kartu Kredit Pak Ucup valid sampai kapan ?"
Ucup : "Bulan November tahun 2006"
Petugas : "Boleh tahu tiga digit nomor terakhir dari kartu kredit ? Nomor tersebut ada di belakang kartu kredit"
Ucup : "334"
Petugas : "Ok. Pak. Terima kasih dan selamat siang".
Percakapan selesai.
Sekilas mungkin percakapan di atas tidak terlihat mencurigakan alias wajar saja. Namun tahukah kita bahwa percakapan tersebut di atas bisa mengarah kepada kartu kredit 'fraud' atau penyalahgunaan kartu kredit (carding)?.
Karena selanjutnya si Ucup, menjadi korban carding alias terjadi transaksi di luar kota sebulan kemudian. Padahal selama waktu tersebut si Ucup tidak pernah keluar kota.
Dan ini adalah kasus yang benar-benar terjadi, bukan karangan saya sendiri.
Dua orang teman saya lainnya juga pernah mengalami hal yang sama. Ada yang mengaku sebagai konsultan finansial, ataupun petugas dari card center. Dan pembicaraan keduanya mengarah ke hal yang sama yaitu untuk melakukan validasi kartu kredit atau pengecekan.
===========================================
3 digit nomor kartu kredit di belakang atau dikenal dengan sebuatan CVV (Card Verification Value Code) merupakan nomor otorisasi untuk belanja offline artinya tanpa perlu verifikasi ke pihak bank, transaksi bisa dilakukan.
Jadi begitu nomor kartu kredit dan nomor CVV ini bisa diketahui, bisa dipastikan belanja bisa dilakukan mana saja apalagi belanja online. Hati-hatilah!!
07 December 2005
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment