21 December 2006

Berhentilah Jadi Gelas

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.
"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.
"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"
"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.
"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?", tanya sang guru.
"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.
"Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.
"Tapi Nak, rasa 'asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu' (hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau."

23 October 2006

PULKAM

Setelah tanya Fiya : "Fiya masih kepingin lebaran di Semarang n Balabak nggak?".
Fiya : "Ya masih lah yah…"
Akhirnya Sabtu malam diputuskan kita sekeluarga akan berlebaran di Semarang n Balabak. Yach, daripada di Jakarta sepi n sama repotnya (PRT pulkam), mendingan kita juga pulkam.
Pasti ini akan menjadi kejutan buat eyang dan mbah nya Fiya-Bita, karena mereka tahunya kami sekeluarga akan berlebaran di Jakarta.

Minggu pagi saya ke Gambir cari tiket. Saya optimis masih dapat tiket, karena tiap hari saya masih pantau lewat http://ticketing.kereta-api.com/
Sampai di Gambir alhamdulillah tiket ke Semarang masih ada (Argo Muria), tapi sebelum saya beli, saya tanya dulu ada nggak tiket balik ke Jakartanya untuk hari Jum'at 27 Oktober 2006.
Kata petugas untuk Jum'at nggak ada, adanya Sabtu 28 Oktober 2006, dan tinggal Kamandanu.
Alhamdulillah lagi deh ada tiket baliknya n hari Sabtu lagi, gpp naik Kamandanu, tapi liburannya jadi panjang.

Dari Gambir, saya terus ke Pasar Baru. Tujuan utama ke Aneka Foto untuk cari Kamdig.
Sampai di lokasi, ternyata AF masih tutup. Ada orang yang nawarin supaya saya ke Amauw Photo. "Sudah buka pak, dan harganya lebih murah dibanding AF", kata orang tersebut.
Nggak ada salahnya nih saya coba, daripada nungguin toko buka.
Jalan dikit, sekitar 10 meter, ke arah belakang. Memang sudah buka. Disamperin sama penjualnya : "Cari apa pak…?".
Saya bilang aja : "Jujur nih, saya lagi bingung mau beli kamdig. Pokoknya saya mau yang 5MP keatas dengan dana tidak lebih dari 2,5 jt".
Itu penjual nawarin 3 merek : Canon, Olympus n Nikon.
Setelah tanya ini itu dan disodorin ini itu, akhirnya saya ambil Olympus FE-180 (6MP), sudah dapat XDCard 256MB. Selesai urusan kamdig, pulang deh.

Sampai rumah langsung aja nelpon de Wawan. Soalnya adik saya itu mau ke rumah untuk nitip dokumen-dokumen dia karena mau ditinggal pulkam. Taunya dia kan kami sekeluarga nggak pulkam. Nggak enak kan, dia titip dokumen trus saya tinggal pulkam juga J Berarti nggak bisa bikin kejutan nih untuk dia. Gpp deh, asal yang lain nggak tau.
Di telpon saya bilang : "De, jadi ke rumah nggak nitip dokumen".
Adik saya : "Jadi, kenapa?".
Saya : "Kayaknya nggak bisa deh".
Adik saya sepertinya bingung. "Kenapa?", tanya dia.
Saya : "Soalnya kita mau pergi ke Semarang".
"Alhamdulillah…!", seru adik saya.
Saya : "Tapi tolong yang di Semarang jangan dikasih tau ya… Biar surprise".
"Beres….", kata dia.

16 October 2006

Selamat Idul Fitri 1427 H

Maapin Kita Ya...



Ya ALLAH... dimana lagikah dapat kutemui cinta sejati kecuali pada cinta Mu.
Jadikanlah hati yang lemah ini tertambat kukuh hanya pada Mu.
Ampunilah diri yang tak berharga ini ya RABB.
Penuhilah kelam hati ini dengan keindahan maghfirah Mu.
Ma'afkanlah kesalahan kami.
*epri - hesti - fiya - bita*

22 September 2006

Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan adalah bulan dimana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima, dan do'a kita di ijabah.

Untuk rekan-rekan muslim/ah yang sebentar lagi akan menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, saya mohon maaf bila selama berinteraksi di dunia maya ini terdapat kesalahan yang saya perbuat...

Semoga dengan hadirnya kembali bulan suci Ramadhan 1427H di tengah-tengah kita, dapat kita pergunakan sebagai sarana untuk memperbanyak ibadah, meluruskan aqidah dan mempertebal iman-taqwa kita. Amin.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN.

25 August 2006

Proyek Busway

Macet. Lagi-lagi macet.

Perjalanan dari rumah ke kantor (ruas Jl. Pemuda - Jl. Pramuka) yang biasanya sudah macet, sekarang bertambah macet lagi gara-gara proyeknya bang Yos, BUSWAY.

Terasa bener-bener macetnya sih BARU tadi pagi, pas nganter Fiya ke sekolah. Keluar dari Jl. Balai Pustaka mau masuk ke Jl. Pemuda, sudah macet-cet! Ternyata pembatas antara jalur lambat dengan jalur cepat sudah dibongkar dan bonkarannya belum dibereskan. Ini yang membuat semrawut arus lalu lintas. Untung sampai sekolah Fiya belum telat, tapi ya sempet sutris juga.

Ni dia proyek busway Transjakarta yang sedang giat dikerjakan:
Koridor 4 (Pulo Gadung - Dukuh Atas):


Koridor 5 (Kampung Melayu - Ancol):


Koridor 6 (Ragunan - Kuningan):


Koridor 7 (Kampung Melayu - Kampung Rambutan):